Kampus  

Siapkan Generasi Melek Literasi Digital, BEM FMIPA UNIMUS Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Videografi

Wahyu Clara mengharapkan dengan pelatihan ini mampu menyiapkan generasi yang kreatif dan inovatif serta melek literasi digital.

SIAPKAN GENERASI MELEK LITERASI. BEM FMIPA UNIMUS menggelar pelatihan jurnalistik pada Sabtu (6/5/2023) hingga Ahad (7/5/2023) tersebut digelar di Ruang 406 Gedung Kuliah Bersama II Kampus FMIPA UNIMUS Kota Semarang. (Foto: Muhammad Khoiruddin)

SEMARANG, Banggasemarang.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) FMIPA UNIMUS menggelar pelatihan jurnalistik dan videografi untuk menyiapkan generasi melek literasi digital.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (6/5/2023) hingga Ahad (7/5/2023) tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu founder Pacitanku dan redaktur Bangga Semarang Dwi Purnawan dan videografer yang juga koordinator sie PDD Masta 2021/2022 UNIMUS Erron Purwadino.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di ruang 406 gedung kuliah bersama II Kampus FMIPA UNIMUS itu, penanggungjawab acara Wahyu Clara mengharapkan dengan pelatihan ini mampu menyiapkan generasi yang kreatif, inovatif dan melek literasi digital.

“Dengan mengusung tema ‘Siapkan Generasi Kreatif dan Literatif Hadapi Era Revolusi Industri 4.0‘, kami berharap dengan pelatihan mahasiswa bisa mempraktikan secara langsung tentang jurnalistik, seperti konferensi pers dan melatih kemampuan mahasiswa dalam pengolahan data, penulisan yang baik dan terstruktur itu seperti apa,”kata Wahyu Clara yang juga Gubernur BEM FMIPA ini.

Lebih lanjut, mahasiswi yang akrab disapa Wahyu mengungkapkan tema tersebut memiliki makna agar anak-anak muda bisa melatih diri sendiri bagaimana caranya membuat video yang menarik dan penulisan berita yang terstruktur.

“Dengan ilmu ini kita bisa menjadi konten kreator seperti youtuber, dan lain sebagainya,”ujarnya.

Sementara, pemateri Dwi Purnawan dalam paparannya kepada 30 peserta dari berbagai kampus di Kota Semarang tersebut menyampaikan sejumlah bekal yang harus dimiliki oleh konten kreator penulis atau wartawan.

“Produk dari jurnalistik adalah berita, dan seorang pewarta harus memiliki dasar-dasar dalam pembuatan sebuah karya jurnalistik, yaitu nilai-nilai dalam berita, misalnya obyektif, faktual, aktual, independen, itu diantaranya,”katanya.

Dalam kegiatan itu, Dwi juga membuat simulasi bagaimana pewarta melakukan konferensi pers dengan narasumber dalam sebuah peristiwa hingga praktik menulis berita yang baik dan benar.

Pada simulasi itu, peserta melakukan adegan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan menulis berita dari hasil wawancara dan merapikan atau menyunting berita sebelum diterbitkan ke media.

Belajar videografi

Hari kedua pelatihan, para peserta kemudian dibekali ilmu membuat konten video. Pemateri videografi, Erron Purwadino berbagi  pengalamannya dan memberikan tips untuk menghasilkan video yang baik dan menarik.

Selama acara berlangsung, para peserta sangat antusias, terutama  ketika pemateri menjelaskan  teknik pengambilan gambar yang diselingi dengan praktir untuk setiap teknik-tekniknya. 

Setelah pemaparan materi, peserta praktik langsung di luar ruangan dalam teknik-teknik pengambilan video yang baik dan benar.

Setelah praktik selesai, para peserta masuk ruangan kembali  untuk mengedit video. Selanjutnya peserta  yang telah selesai mengedit, bisa  mengirimkan videonya  ke  link  google  drive  yang disediakan dan dilakukan review langsung oleh pemateri. 

“Belajar videografi itu jika ditekuni bisa bermanfaat dan menghasilkan (uang), apalagi yang seperti saya, yang tidak berkerja sesuai dengan bidang kuliahnya,”kata Erron.