Es Pankuk Pak Yono, Kelezatan Es Legendaris Sejak 1950 yang Tetap Memikat Lidah Kota Semarang

SEMARANG, Banggasemarang.id – Teriknya matahari siang tidak menghalangi semangat warga Kota Semarang untuk menyambangi warung sederhana di Jalan Tanjung. Warung hijau tersebut bukan sekadar tempat biasa, melainkan warung Es Pankuk Pak Yono, es legendaris yang telah memikat hati sejak 1950.

Es Pankuk Pak Yono bukanlah es puter biasa; ia memikat dengan cita rasa khas yang sulit dilupakan. Dibalut dalam kelezatan rasa manis yang pas, es ini diracik dengan hati-hati dari bahan-bahan asli, menghadirkan pengalaman menyegarkan yang tak tertandingi.

Keunikan Es Pankuk tidak hanya terletak pada rasa manisnya yang pas, tetapi juga pada topping pelengkapnya yang memikat. Potongan kue pankuk atau panekuk yang gurih menjadi pilihan istimewa yang menambah kelezatan es legendaris ini.

Kardiyono, pemilik Es Pankuk Pak Yono, menceritakan bahwa usaha ini bermula dari orangtuanya yang berkeliling menjajakan es menggunakan gerobak kecil. Yono, nama panggilannya, kemudian melanjutkan warisan ini di daerah Jalan Tanjung dan berhasil menjaga keberlanjutan usaha hingga hari ini.

“Bapak saya, almarhum Suyitno, ikut orang Tionghoa berjualan es ini. Karena keturunannya tidak mau meneruskan, akhirnya bapak saya yang melanjutkan. Berjualan keliling dimulai tahun 1950,” ungkap Yono dengan senyum penuh kenangan.

Keistimewaan Es Pankuk Pak Yono tak hanya terletak pada rasa, melainkan juga pada proses pembuatannya yang dilakukan secara tradisional tanpa melibatkan mesin. Yono percaya bahwa sentuhan tradisional inilah yang memberikan kekuatan rasa unik pada es puternya.

Es Pankuk tersedia dalam berbagai varian rasa, mulai dari cokelat, kelapa muda, alpukat, stroberi, hingga durian. Yono menekankan bahwa penggunaan cara manual tanpa mesin adalah kunci utama keaslian rasa es puter tersebut.

Setiap porsi Es Pankuk terdiri dari tiga scoop es puter, disajikan dengan pugasan seperti agar-agar, potongan roti tawar, dan irisan kue pankuk yang gurih. Dengan harga terjangkau Rp 17.000 per porsi, Yono menjelaskan bahwa pembeli dapat memilih hingga empat rasa dalam satu porsi.

Hebatnya, Es Pankuk Pak Yono mampu menjual habis empat tong besar es puter setiap harinya. Yono juga menerima pesanan luar kota, dengan ukuran tong besar hingga mencapai 1 juta rupiah dan katering tong kecil sekitar 300 hingga 400 ribu rupiah.

Salah satu pengunjung setia, Ida Rohmah, memberikan testimoni positif tentang Es Pankuk. Menurutnya, es puter ini memiliki tingkat kemanisan yang pas sesuai dengan selera lidah orang Jawa.

“Rasanya pas, tidak terlalu manis tapi juga tidak terlalu kemanisan. Seger juga, jadi enak kalau diminum pas haus,” ujar Ida sambil tersenyum.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran kue pankuk sebagai topping memberikan sentuhan berbeda yang membuat Es Pankuk Pak Yono menjadi favoritnya.