Jembatan Lemah Ireng I, Jembatan Terpanjang di Tol Trans Jawa

SEMARANG, Banggasemarang.id – Memasuki wilayah Jawa Tengah, kita akan disuguhkan dengan keindahan Jembatan Lemah Ireng I, sebuah karya megah yang menghubungkan beberapa daerah di provinsi ini. Berdiri gagah, jembatan terpanjang di Semarang ini menawarkan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan.

Jembatan yang dinamai Jembatan Lemah Ireng I ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengendara yang menginginkan perjalanan yang lancar melintasi kawasan Semarang. Seiring dengan tren penggunaan jalan tol yang semakin meningkat, banyak pengemudi mobil memilih menjelajah kota ini melalui jalur bebas hambatan demi kenyamanan dan kecepatan.

Provinsi Jawa Tengah, yang dilintasi oleh ruas jalan tol Trans Jawa, menjadi bagian dari sistem transportasi yang menghubungkan wilayah Pelabuhan Merak, Banten, hingga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Jalan tol sepanjang 1.167 km ini menghubungkan kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Dalam perjalanan melalui Trans Jawa, kita akan menemui salah satu tol dengan jembatan terpanjang di Jawa Tengah, yakni Jembatan Lemah Ireng I. Jembatan ini berlokasi di tol Semarang Solo, melewati kota-kota seperti Salatiga, Boyolali, dan Karanganyar dalam kawasan Joglosemar.

Jembatan Lemah Ireng I, yang memiliki panjang mencapai 879 meter, menjadi ikon kemegahan di wilayah Semarang. Berada di ruas tol Semarang Solo, Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang, jembatan ini bukan hanya sebuah infrastruktur, melainkan juga karya seni yang memanjakan mata para pengguna jalan.

Pembangunan Jembatan Lemah Ireng I menggunakan metode balanced cantilever, memanfaatkan efek keseimbangan kantilever sehingga struktur jembatan dapat berdiri sendiri tanpa bantuan sokongan dari struktur lainnya. Melintasi jembatan ini memberikan pengalaman visual yang memukau dengan panorama sawah, pepohonan hijau, perbukitan, dan pegunungan yang memukau.

Namun, keunikan tidak hanya terletak pada keindahan alam di sekitar jembatan. Nama “Lemah Ireng” diambil dari Desa Lemahireng di Kecamatan Bawen, yang secara geografis terletak di perbukitan dengan sawah, ladang, dan dikelilingi perbukitan perkebunan karet. Menariknya, asal usul nama “Lemah Ireng” berkisah tentang tanah yang dibakar sehingga berwarna hitam, dilakukan oleh Nyai Basyaruddin pada masa lalu.

Desa Lemahireng, yang kini dikenal sebagai desa yang sejuk dan indah, memiliki sejarah menarik. Meski asal usul nama desa berasal dari tanah yang dibakar, masyarakat lebih mengenal tokoh pembakar tersebut sebagai Mbah Nyai Ireng.

Mengakhiri perjalanan ini, Jembatan Lemah Ireng I bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga simbol keajaiban alam dan sejarah di Semarang, Jawa Tengah. Semoga cerita ini memberikan pandangan yang lebih dalam mengenai keunikan dan keindahan jembatan terpanjang di wilayah ini!