Menghadapi lonjakan peminat Penitipan Hewan Semarang 2026, warga kini mulai melirik jasa pramusiwi hewan untuk…
Bangga Semarang
Kuliner Ramadhan Semarang Selatan: Mengintip Kemeriahan Takjil Pleburan
Jika bicara soal pusat Kuliner Ramadhan Semarang Selatan, maka Takjil Pleburan Semarang adalah juaranya. Ribuan…
Waspada Sugar Crash! Ini Menu Sahur Agar Tidak Cepat Lapar
Jangan terjebak lapar di jam 10 pagi! Pahami apa itu sugar crash dan terapkan menu…
Nostalgia Ruwah: Tradisi Nyadran Semarang Viral Menembus Batas Zaman
Bagi Anda yang rindu kampung halaman, simak kemeriahan Tradisi Nyadran Semarang 2026 yang berlangsung khidmat…
History on Screen UNNES: Belajar Sejarah Lewat Film di Kota Lama Semarang
Di Rumah Po Han siang itu, layar pemutaran boleh saja padam, tetapi api ingatan, empati, dan kesadaran sejarah justru menyala lebih terang di hati setiap orang yang hadir.
Antara Wangi Hio dan Gema Subuh: Saat Harmoni di Semarang Bekerja dalam Sunyi
Di kota ini, perbedaan tidak pernah berisik. Ia bekerja dalam sunyi, seperti detak jantung yang memastikan seluruh tubuh tetap hidup.
Masjid Menara Layur: Mercusuar Ingatan yang Menolak Tenggelam di Tepian Sungai Berok
Ketika Pecinan lebih sering disebut sebagai wajah kota lama, Kampung Melayu justru menyimpan cerita tentang pelaut dan pedagang dari Arab, Melayu, hingga Asia Selatan (Yaman, Gujarat, India, dan Pakistan) yang sejak ratusan tahun lalu membangun hidup di tepian sungai.
Tangan Renta Bu Yani dan Uap Kerukunan yang Mengepul di Jantung Pecinan
Diantara kehidupan yang berjalan ada tangan yang sudah masuk usia renta Bu Yani bergerak untuk membuka wajan besar, melipat daun pisang, lalu menyendok nasi dengan sabar.
API Palestina Jateng Gelar Run For Palestine, Kumpulkan Donasi Rp200 Juta untuk Bantu Gaza
Aksi solidaritas ini sudah menunjukkan antusiasme tinggi sejak pukul 05.00 WIB, dengan ribuan peserta bersiap untuk mengikuti lari dan jalan santai.
Otoritas Pena Kyai Soleh Darat: Perlawanan Intelektual Terhadap Kolonialisme Belanda
Alih-alih mengadopsi aksara Latin yang saat itu tengah didorong oleh pemerintah kolonial Belanda, beliau memilih untuk menggunakan aksara Arab-Jawa (Pegon).
