Sambut 38 Juta Pemudik, DPRD Jateng Minta Jalur Pantura Ramah dan Aman Bagi Perantau

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tingkat kemantapan jalan nasional saat ini telah mencapai 93,47 persen dari total panjang 1.581,45 kilometer.

SEMARANG, Banggasemarang.id – Sebanyak 38,71 juta orang diprediksi bakal membanjiri Jawa Tengah pada mudik Lebaran 2026, sehingga infrastruktur jalan di jalur keramat seperti Pantura harus dipastikan siap dan aman demi kenyamanan para perantau kembali ke kampung halaman.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menegaskan bahwa kesiapan jalan bukan sekadar angka statistik, melainkan jaminan keselamatan bagi jutaan nyawa yang ingin merayakan hari kemenangan.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tingkat kemantapan jalan nasional saat ini telah mencapai 93,47 persen dari total panjang 1.581,45 kilometer.

“Persiapan infrastruktur jalan sangat krusial karena ratusan ribu orang diprediksi masuk ke Jawa Tengah. Kami mengapresiasi langkah pemerintah, namun tetap memantau keberjalanan persiapannya,” ujar sosok yang akrab disapa Ari tersebut di Semarang, Rabu (4/3/2026).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Moch. Iqbal Tamher, menambahkan bahwa fokus utama penanganan saat ini berada di Jalur Pantura. Jalur ini diprediksi tetap menjadi tulang punggung bagi kendaraan dari arah barat menuju timur Pulau Jawa.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho

Selain kondisi aspal, aspek keamanan di titik rawan bencana juga menjadi sorotan. Ari meminta perhatian khusus pada kawasan pesisir yang kerap terdampak cuaca ekstrem, seperti Pekalongan hingga Kendal. Pemetaan titik banjir seperti di Kaligawe Semarang, Sayung, dan Jalan Walisongo harus segera tuntas sebelum arus mudik dimulai.

“Harus ada langkah konkret dalam pemetaan titik kemacetan dan rawan bencana agar risiko hambatan bisa diminimalkan,” tegas Ari.

Untuk mendukung kelancaran, operasional posko Lebaran tahun ini akan berlangsung lebih lama, yakni mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026 (H-8). Ari juga mendorong optimalisasi jaringan CCTV di pusat keramaian untuk memantau kondisi cuaca secara real-time.

“Sebelum benar-benar memasuki masa mudik, pemerintah harus memastikan seluruh infrastruktur yang belum terealisasi segera diselesaikan,” pungkasnya.