Ancaman Godzilla El Nino, DPRD Jateng Desak Pemprov Siapkan Mitigasi Kemarau Ekstrem

Langkah strategis ini sangat krusial untuk mencegah krisis air bersih dan darurat pangan akibat kemarau ekstrem yang diprediksi akan melanda tepat setelah masa pancaroba berakhir.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Ari Nugraha, mendorong pemerintah daerah Kabupaten Banyumas untuk segera menerapkan digitalisasi dalam sistem perparkiran.

SEMARANG, Banggasemarang.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho, mendesak pemerintah daerah segera menyiapkan langkah mitigasi menghadapi ancaman ‘Godzilla El Nino’ di Semarang, Jumat (24/4/2026).

Langkah strategis ini sangat krusial untuk mencegah krisis air bersih dan darurat pangan akibat kemarau ekstrem yang diprediksi akan melanda tepat setelah masa pancaroba berakhir.

Pria yang akrab disapa Ari ini menegaskan, meskipun berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat ini Jawa Tengah masih berada di fase transisi yang diwarnai hujan deras, kewaspadaan tidak boleh mengendur.

Masa peralihan ini dinilai sebagai momentum emas atau golden time bagi pemerintah untuk memastikan infrastruktur ketahanan air sudah siap.

“Meskipun saat ini kita masih merasakan hujan di masa transisi, kita tidak boleh lengah. Fenomena El Nino yang diprediksi cukup kuat ini harus diantisipasi sejak dini agar dampaknya terhadap ketahanan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat bisa diminimalisir,” ujar Ari.

Peringatan ini sejalan dengan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) yang memproyeksikan bahwa kekeringan ekstrem berpotensi memicu rentetan masalah, mulai dari gagal panen hingga krisis pangan sistemik.

Secara historis, sejumlah wilayah di Jawa Tengah yang kerap menjadi langganan krisis air bersih cukup parah meliputi kawasan Pantura, Kabupaten Klaten, Sragen, Grobogan, Blora, dan Rembang.

Untuk mencegah skenario terburuk di wilayah-wilayah rawan tersebut, Ari meminta prioritas anggaran dan tindakan difokuskan pada pemenuhan fasilitas ketersediaan air bersih.

“Banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari pemenuhan fasilitas hingga upaya teknis seperti penambahan sumur resapan. Terutama pemenuhan pasokan air bersih, itu harus menjadi prioritas utama,”tegasnya.

Selain upaya struktural dari pemerintah, DPRD juga mendorong kolaborasi aktif dengan masyarakat. Warga diimbau mulai membiasakan diri menampung air hujan dengan wadah sederhana sebagai cadangan air bersih.

Lebih lanjut, memasuki fase kemarau yang memanas, masyarakat diminta menjaga kawasan lingkungan dan hutan.

Ari mengingatkan larangan keras untuk melakukan aktivitas pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu titik api.

“Kesadaran kolektif adalah kunci agar kita tidak hanya selamat dari krisis air, tapi juga terhindar dari bencana kebakaran yang merugikan banyak pihak,” pungkasnya.