DPRD Puji Pemprov Jateng Luncurkan Layanan Psikolog Gratis, Langkah Strategis Perkuat Kesehatan Mental dan Cegah Perundungan

Pemprov Jateng resmi meluncurkan Layanan Online Psikolog Gratis (Logis) untuk deteksi dini kesehatan mental dan cegah bullying. DPRD Jateng beri apresiasi penuh.

Ilustrasi Layanan Online Psikolog Gratis (Logis) Pemprov Jawa Tengah untuk deteksi dini kesehatan mental masyarakat dan pelajar.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadirkan Layanan Online Psikolog Gratis (Logis) sebagai langkah preventif memperkuat kesehatan mental masyarakat dan menekan kasus perundungan di sekolah. (Foto: Dok. Istimewa)

SEMARANG, Banggasemarang.id— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan inisiatif digital Layanan Online Psikolog Gratis (Logis) guna memperkuat deteksi dini kesehatan mental serta menekan angka kasus perundungan (bullying) di lingkungan pelajar, yang mendapat apresiasi penuh dari DPRD Jawa Tengah pada Selasa (14/7/2026).

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menilai terobosan ini sebagai langkah progresif yang tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi awal, tetapi juga sarana edukasi penting untuk menghapus stigma negatif di tengah masyarakat.

“Peluncuran layanan ini barulah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan mental bukanlah sesuatu yang tabu,” ujar Setya saat diwawancarai, Selasa (14/7/2026).

Platform Logis dirancang dengan pendekatan jemput bola untuk menjangkau masyarakat secara inklusif dan cepat, khususnya kalangan pelajar. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat berkonsultasi dengan tenaga profesional tanpa terkendala biaya maupun kekhawatiran sosial.

Menurut Setya, konsultasi profesional melalui fasilitas ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tangguh.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho

“Masyarakat perlu memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Konsultasi dengan psikolog bukan berarti seseorang mengalami gangguan kejiwaan, melainkan langkah preventif untuk menjaga kualitas hidup,” lanjutnya.

Lebih lanjut, DPRD Jawa Tengah mendesak agar inovasi digital tersebut tidak berhenti sebagai program seremonial semata. Pemerintah provinsi diharapkan terus memaksimalkan fasilitas pendukung serta memperkuat sosialisasi di lapangan, khususnya di lingkungan sekolah.

“Generasi yang unggul tidak hanya dinilai dari fisik yang sehat, tetapi juga mental yang kuat. Layanan psikolog gratis ini harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar program kesehatan biasa,” tegas Setya.

Ia menambahkan, penguatan sektor kesehatan mental sejalan dengan visi pembangunan SDM Jawa Tengah untuk mencetak manusia yang mandiri, kompetitif, dan berwawasan global guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

“DPRD Jawa Tengah berkomitmen untuk mengawal keberlanjutan program ini, baik dari segi efektivitas penganggaran maupun evaluasi secara berkala. Kita harus memastikan layanan ini berjalan konsisten dalam jangka panjang dan manfaatnya dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.