SEMARANG – Kemandirian fiskal menjadi kunci utama melesatnya Ekonomi Jawa Tengah di tahun 2025. Dengan capaian otonomi fiskal daerah Jateng sebesar 63,01%, provinsi ini membuktikan kedaulatan fiskalnya semakin kokoh dan stabil di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Capaian membanggakan ini terungkap dalam forum diskusi Forum Wartawan Pemprov-DPRD Jateng (FWPJT) di Kompleks Kantor Gubernur, Senin (23/2). Evaluasi satu tahun kepemimpinan menunjukkan bahwa mayoritas indikator makro pembangunan berhasil memenuhi target RPJMD Jawa Tengah.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli, menegaskan bahwa stabilitas birokrasi menjadi fondasi utama. Efeknya, Ekonomi Jawa Tengah tumbuh progresif dan melampaui ekspektasi banyak pihak di tengah tantangan global.
Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jateng 2025 menyentuh angka 5,37%. Angka tersebut secara meyakinkan melampaui target awal yang hanya berada di level 4,8%.
Pemerintah provinsi juga sukses menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga 4,66%. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi mampu menyerap tenaga kerja secara optimal dan merata.
Selain sektor lapangan kerja, sektor reformasi birokrasi mencatatkan nilai yang sangat gemilang. Indeks Reformasi Birokrasi Jawa Tengah kini bertengger di angka 94,06, jauh melampaui target awal sebesar 91,5.
Nilai tinggi ini mencerminkan komitmen kuat kepemimpinan Luthfi-Yasin dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif. Pelayanan publik yang cepat dan transparan menjadi motor penggerak kepercayaan investor di Jawa Tengah.
Berbicara mengenai investasi, realisasi di Jawa Tengah mencatatkan sejarah baru. Saat ini, realisasi investasi Jawa Tengah telah mencapai Rp88 triliun dan memberikan dampak langsung pada perputaran uang di masyarakat bawah.
Zulkifli memaparkan bahwa transformasi sosial di Jawa Tengah juga berjalan beriringan dengan kekuatan ekonomi. Tingkat kemiskinan saat ini berada pada angka 9,39%, yang masuk dalam rentang target pembangunan daerah.
Keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat menjadi faktor pendukung utama. Pemerintah terus memastikan bahwa setiap kebijakan ekonomi memiliki keberpihakan pada masyarakat kelas menengah ke bawah.
Pencapaian otonomi fiskal daerah Jateng yang mencapai 63,01% menunjukkan kemandirian anggaran yang luar biasa. Provinsi ini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat untuk membiayai pembangunan infrastruktur vital.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian kinerja tersebut. Menurutnya, mayoritas target dalam target RPJMD Jawa Tengah sudah berada di jalur yang benar.
Namun, Saleh mengingatkan pemerintah untuk tidak cepat berpuas diri dengan angka-angka kualitatif. Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memastikan pemerataan pembangunan di wilayah pelosok Jawa Tengah.
Saleh menyarankan agar birokrasi lebih kreatif dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan pendapatan daerah sebaiknya tidak hanya mengandalkan sektor pajak kendaraan bermotor semata.
Optimalisasi aset milik pemerintah daerah dan BUMD harus menjadi prioritas strategi ke depan. Pengelolaan aset yang produktif akan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan Ekonomi Jawa Tengah jangka panjang.
Mengenai investasi Rp88 triliun, Saleh menekankan pentingnya kualitas penyerapan tenaga kerja lokal. Investasi yang inklusif harus mampu mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah industri dan wilayah agraris.
Di sisi lain, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jawa Tengah tetap terjaga stabil di angka 85,84. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi berjalan selaras dengan kebebasan berpendapat dan stabilitas politik wilayah.
Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini, turut mengomentari gaya kepemimpinan Luthfi–Yasin. Ia menilai pasangan ini menerapkan filosofi Jawa “rame ing gawe, sepi ing pamrih” dengan sangat konsisten.
Filosofi tersebut bermakna seorang pemimpin harus banyak bekerja dan melayani tanpa mengutamakan pencitraan pribadi. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjaga fokus birokrasi untuk mengejar target pembangunan yang ambisius.
Nur Hidayat menambahkan bahwa publikasi kinerja tetap penting sebagai bentuk akuntabilitas demokrasi. Rakyat sebagai pembayar pajak berhak mengetahui bahwa mandat mereka menghasilkan kemajuan ekonomi yang nyata.
Satu tahun pertama ini merupakan fondasi kokoh untuk empat tahun masa jabatan ke depan. Tantangan berikutnya adalah memperkuat pendekatan kualitatif agar masyarakat merasakan langsung manfaat dari pertumbuhan ekonomi tersebut.
Transformasi tata kelola pemerintahan yang menguat menjadi modal penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan. Indeks integritas nasional yang tinggi menjadi jaminan bahwa pembangunan di Jawa Tengah bebas dari praktik korupsi.
Secara keseluruhan, Ekonomi Jawa Tengah telah menunjukkan resiliensi yang luar biasa melalui kebijakan fiskal yang mandiri. Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci sukses dalam mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan.
Masyarakat kini menantikan langkah terobosan berikutnya dari kepemimpinan Luthfi-Yasin. Konsistensi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan kemandirian fiskal akan menentukan masa depan kesejahteraan warga Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk pengamat dan wartawan. Keterbukaan informasi adalah bagian dari transformasi birokrasi yang sedang dijalankan secara masif.
Ke depan, fokus pembangunan akan diarahkan pada penguatan sektor UMKM dan digitalisasi ekonomi daerah. Sektor-sektor ini dipercaya mampu mempercepat pencapaian target-target makro yang tersisa di tahun-tahun mendatang.
Dengan modal otonomi fiskal yang kuat, Jawa Tengah optimis mampu menjadi provinsi terdepan di Indonesia. Kepemimpinan yang rendah hati namun progresif menjadi ciri khas baru dalam tata kelola pemerintahan di Jawa Tengah.
Baca lagi.
Pakai Teknologi Ruspin, Bantuan Rumah Gratis Jateng di Banjarnegara Resmi Diserahkan












