UNNES Latih Kesiapsiagaan Siswa SD Negeri 2 Bleder Kendal Lewat Edukasi Kebencanaan Pesisir

Tim Pengabdian UNNES menggelar edukasi kebencanaan pesisir dan mitigasi banjir rob berbasis STEAM untuk siswa SD Negeri 2 Bleder, Kendal.

Simulasi Edukasi Kebencanaan UNNES di Kendal
Suasana interaktif saat Tim Pengabdian UNNES memberikan pelatihan mitigasi banjir rob berbasis STEAM kepada siswa SD Negeri 2 Bleder, Kecamatan Patebon, Kendal. (Foto: Dok)

KENDAL, Banggasemarang.id — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) menginisiasi program edukasi kebencanaan pesisir di SD Negeri 2 Bleder, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Langkah ini dihadirkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta ketangguhan siswa sekolah dasar di kawasan pesisir dalam menghadapi ancaman banjir rob akibat perubahan iklim.

Program yang didukung penuh oleh Diktisaintek Berdampak dan UNNES ini diketuai oleh Rizki Nor Amelia, S.Pd., M.Pd., bersama tim dosen serta melibatkan sejumlah mahasiswa.

Mereka mengusung pendekatan interaktif melalui pembelajaran Place-Based Disaster STEAM agar siswa dapat memahami fenomena alam yang dekat dengan keseharian mereka secara kontekstual.

“Kami ingin menghadirkan edukasi kebencanaan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui pendampingan ini, siswa diajak untuk mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memahami sifat-sifat material penunjang keselamatan, serta melatih kreativitas dalam merancang solusi kebencanaan sederhana,”kata Rizki, Ahad (2/8/2026).

Apresiasi tinggi disampaikan oleh pihak sekolah mengingat letak geografis SD Negeri 2 Bleder yang berada persis di jalur rentan terjangan rob. Menurut Kepala SD Negeri 2 Bleder, kehadiran akademisi UNNES memberikan warna baru dalam metode belajar siswa di luar teori kelas biasa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami yang wilayahnya memang berhadapan langsung dengan ancaman banjir rob. Lewat kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapat teori, tetapi juga diajak belajar sains secara langsung dan menyenangkan,” ungkap Kepala Sekolah.

Suasana ceria tampak mendominasi jalannya acara ketika para siswa mengikuti rangkaian simulasi praktik dengan penuh antusias.

“Seru sekali belajar bareng kakak-kakak dan bapak-ibu dosen UNNES. Sekarang kami jadi lebih paham cara bersiap dan menjaga barang-barang kalau banjir rob datang,” tutur salah seorang siswa peserta kegiatan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Tim Pengabdian UNNES menegaskan bahwa mitigasi dampak perubahan iklim di wilayah pesisir memerlukan investasi jangka panjang melalui dunia pendidikan.

Penanaman literasi kebencanaan sejak bangku sekolah dasar diharapkan mampu melahirkan generasi muda pesisir yang tidak hanya tangguh dan adaptif, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang tinggi.

Inisiatif konkret ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen UNNES dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs).

Program tersebut beririsan langsung dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran kontekstual, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) lewat aksi adaptasi komunitas, serta SDG 14 (Ekosistem Lautan) dalam merawat keberlangsungan wilayah pesisir.