SEMARANG – Di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi–Taj Yasin Maimoen, kinerja moda Transportasi Publik Jawa Tengah, Trans Jateng, menunjukkan capaian yang kian impresif. Hal ini dibuktikan dengan load factor penumpang yang melampaui angka 110 persen serta peningkatan signifikan pada transaksi nontunai sebesar 8,72 persen.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menekankan bahwa kualitas Transportasi Publik Jawa Tengah tidak lepas dari peran 566 petugas di tujuh koridor. Sebagai bentuk evaluasi, Dishub Jateng memberikan penghargaan kepada 33 kru terbaik di Aula Dishub Jateng, akhir pekan lalu.
“Pelayanan Transportasi Publik Jawa Tengah yang berkualitas adalah kunci mobilitas dan pertumbuhan ekonomi. Kami terus berinovasi, termasuk memastikan masyarakat dapat mengecek jadwal Trans Jateng hari ini dengan mudah dan nyaman,” ujar Arief, Jumat (6/2/2026).
Penilaian petugas mencakup aspek kedisiplinan hingga keberhasilan mengedukasi penumpang dalam menggunakan aplikasi Si Anteng. Selain itu, evaluasi dilakukan pada setiap koridor Trans Jateng terbaru dengan indikator pendapatan tiket, jumlah aduan, hingga keaktifan di media sosial.
Catatan Balai Transportasi menunjukkan sepanjang 2025 saja, Transportasi Publik Jawa Tengah telah melayani 10.240.745 orang. Angka ini didukung oleh kebijakan tarif khusus Rp1.000 bagi buruh, pelajar, dan veteran. Selain layanan rutin, program Edutrip Trans Jateng juga menjadi primadona dengan catatan 11.409 perjalanan edukasi khusus pelajar sepanjang tahun lalu.
Seiring perkembangan teknologi, masyarakat kini lebih memilih kanal cashless. Penggunaan QRIS mendominasi sebesar 5,98 persen, disusul metode tapping, dan pemanfaatan aplikasi Si Anteng. Dengan penguatan layanan di seluruh koridor, Transportasi Publik Jawa Tengah diharapkan terus menjadi pilar pembangunan daerah yang aman dan profesional.
Baca lagi.
Bencana Tanah Gerak Tegal: Gibran Jamin Bantuan Logistik Aman












