Wisata  

Hampir 4 Juta Kunjungi Tempat Wisata di Jateng Selama Libur Lebaran

Jumlah itu belum termasuk wisatawan mancanegara yang naik hingga dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Candi Borobudur. (Foto: Pixabay)

SEMARANG, Banggasemarang.id – Sebanyak 3.953.914 orang mengunjungi tempat wisata di Jawa Tengah selama libur lebaran 2023. Jumlah itu belum termasuk wisatawan mancanegara yang naik hingga dua kali lipat dibanding tahun lalu.

“Jumlah wisatawan nusantara selama masa liburan Lebaran (15 April 2023) sampai hari ini, mencapai 3.953.914 orang. Itu jumlah sementara, karena masih ada kabupaten/ kota yang belum menyampaikan data,” ujar Kabid Pemasaran Wisata pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng, Setyo Irawan, saat ditemui di kantornya, Kamis (4/5/2023).

Ia menuturkan, pada tahun ini terjadi perubahan tren kunjungan wisata. Hal ini diindikasikan dengan jumlah wisatawan yang cenderung menurun, dibanding 2022.

Dalam catatannya, pada 2022, kunjungan ke destinasi wisata mencapai 5,3 juta orang. Penurunan jumlah kunjungan wisatawan dipengaruhi beberapa hal. Seperti euforia warga yang kini cenderung bersilaturahmi ke famili, ketimbang berwisata.

“Dibanding tahun lalu ada penurunan sekitar 28 persen. Faktornya, tren masyarakat sekarang yang berubah, karena akses jalan bagus jadi memilih bersilaturahmi ke keluarga daripada berwisata,” paparnya.

Melihat hal ini, pihaknya akan melakukan evaluasi dengan pelaku wisata dan pengelola tempat wisata.

Masjid Syeikh Zayed Magnet Wisata

Setyo menyebut, meski ada penurunan jumlah wisatawan nusantara, hal itu tak berlaku pada kunjungan wisatawan mancanegara. Berdasar catatannya, jumlah warga asing yang melancong ke Jateng mencapai 10.333 orang, selama kurun libur lebaran.

Rumah akar Kota lama. (Foto: Tim Jurnalistik Bangga Semarang)

Bila dibandingkan dengan tahun lalu, wisman yang berlibur ke Jateng melonjak hingga 240,99 persen. Karena di tahun 2022 kunjungan wisman ke Jateng pada momen serupa, hanya 3.025 orang.

“Ada beberapa faktor, seperti dibukanya penerbangan internasional. Di Jateng-DIY ada tiga bandara yakni Ahmad Yani dan Adi Soemarmo, sementara di Jogja ada YIA, yang dekat dengan Borobudur. Adapula faktor promosi ke luar negeri dan pelonggaran protokol Covid-19,” ucapnya.

Setyo mengatakan, ada beberapa destinasi wisata yang menjadi incaran wisman .Di antaranya, Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Taman Candi Prambanan (perbatasan Klaten-Sleman DI Yogyakarta), Punthuk Setumbu (Kabupaten Magelang,) Candi Mendut dan Pawon (Kabupaten Magelang), dan Candi Plaosan (Klaten).

Dijelaskan, destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisnus adalah Masjid Raya Syeikh Zayed Solo sebanyak 310.000 orang, Kota Lama Semarang 199.196 orang, TWC Prambanan 98.475 orang, Candi Borobudur 93.552, dan Kawah Sikidang di Banjarnegara 80.649 orang.

Adapun, jumlah okupansi hotel di Jateng selama libur lebaran diperkirakan mencapai 65 persen. Dengan rata-rata jumlah tamu menginap (periode 19-26 April) 741 orang per hotel dan rerata menginap 1,5 hari.

“Kalau multiplier effect kami sudah melakukan studi rerata wisatawan mengeluarkan Rp3,6 juta untuk ongkos berwisata,” pungkas Setyo.