Transformasi Sekolah di Jateng: Program SPES Didorong Jadi Laboratorium Ekonomi Syariah Berkarakter

Sebagai praktisi bisnis sekaligus penggerak ekonomi syariah, Dr. Agung mengingatkan bahwa keberhasilan SPES tidak boleh berhenti pada seremoni workshop.

Dr. Agung Budi Margono memberikan materi dalam program Sekolah Pelopor Ekonomi dan Keuangan Syariah (SPES) di Hotel MG Setos, Semarang.
Direktur Industri Produk Halal KDEKS Jawa Tengah, Dr. H. Agung Budi Margono, ST., MT., saat menjadi narasumber dalam kegiatan SPES Jawa Tengah di Hotel MG Setos, Semarang, untuk mendorong sekolah menjadi laboratorium ekonomi syariah.

SEMARANG, Banggasemarang.id – Ratusan guru SMA/SMK dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti Program Sekolah Pelopor Ekonomi dan Keuangan Syariah (SPES) di Ballroom Hotel MG Setos, Semarang, Jumat (26/6/2026).

Program strategis yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini bertujuan menjadikan sekolah sebagai laboratorium pembentukan karakter ekonomi yang jujur, amanah, produktif, dan berkeadilan.

Direktur Industri Produk Halal Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Tengah, Dr. H. Agung Budi Margono, ST., MT., menekankan bahwa ekonomi syariah tidak boleh dipersepsikan secara sempit hanya sebatas perbankan atau ibadah haji.

Menurutnya, esensi ekonomi syariah adalah membangun sistem yang berlandaskan nilai-nilai luhur.

“Ekonomi syariah bukanlah sesuatu yang menakutkan. Ia justru sangat dekat dengan nilai-nilai Pancasila. Ketika kita mengajarkan kejujuran, amanah, gotong royong, tanggung jawab, dan keadilan dalam aktivitas ekonomi, sesungguhnya kita sedang mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi syariah sekaligus mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa,”kata Dr. Agung dalam paparannya.

Ia menambahkan, sekolah memegang peran sentral sebagai inkubator karakter generasi muda. Siswa perlu dibekali pemahaman bahwa ekonomi adalah jalan untuk memberikan kemaslahatan bagi sesama.

“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi tempat membangun karakter ekonomi bangsa. Anak-anak perlu belajar bukan hanya bagaimana mencari uang, tetapi bagaimana memperoleh rezeki yang halal, mengelola harta secara bertanggung jawab, dan menjadikan ekonomi sebagai jalan menghadirkan manfaat bagi sesama,” tambahnya.

Bukan Sekadar Workshop

Sebagai praktisi bisnis sekaligus penggerak ekonomi syariah, Dr. Agung mengingatkan bahwa keberhasilan SPES tidak boleh berhenti pada seremoni workshop.

Ia mendorong pihak sekolah untuk menindaklanjuti program ini melalui langkah nyata yang berkelanjutan.

Beberapa langkah strategis yang diusulkan meliputi penguatan literasi ekonomi syariah berkelanjutan, pengembangan koperasi sekolah berbasis syariah, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah, serta pengembangan kantin halal dan kewirausahaan siswa.

“Workshop adalah titik awal, bukan garis akhir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setelah kegiatan ini lahir gerakan bersama di sekolah-sekolah. Ketika guru mulai mengajarkan ekonomi syariah secara kontekstual, kepala sekolah memberikan dukungan kebijakan, dan siswa mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, di situlah kita sedang membangun ekosistem ekonomi syariah yang sesungguhnya,” tegasnya.

Dr. Agung optimistis, dengan kekuatan UMKM, industri halal, dan sektor pariwisata yang dimiliki, Jawa Tengah memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah nasional yang inklusif dan membawa keberkahan.