SEMARANG, Banggasemarang.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, meminta masyarakat tetap tenang dan belanja dengan bijak menyusul stabilitas harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional pada pekan pertama Ramadan 1447 H.
Kondisi harga yang terkendali, seperti terpantau di Pasar Kliwon Temanggung, menjadi angin segar bagi warga yang tengah menjalankan ibadah puasa agar dapat merencanakan kebutuhan sahur dan takjil tanpa kekhawatiran lonjakan harga mendadak.
Meski harga cabai rawit masih bertengger di angka Rp95.000 per kilogram, komoditas utama lainnya seperti beras IR 64 medium tetap stabil di harga Rp13.500 per kilogram dan beras SPHP Bulog di angka Rp12.500 per kilogram.
Setya Arinugroho memberikan apresiasi atas langkah pemerintah menjaga pasokan, namun ia mengingatkan agar momentum ini tidak dirusak oleh perilaku belanja berlebihan.
“Masyarakat tidak perlu melakukan aksi borong atau panic buying karena hal itu justru bisa memicu ketidakseimbangan harga di pasar. Belanjalah sesuai kebutuhan, karena pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok tetap ada,” ujar pria yang akrab disapa Ari tersebut saat melakukan pantauan lapangan, Selasa (3/3/2026).
Politisi ini menekankan bahwa aspek kemanusiaan dan kesejahteraan warga menjadi prioritas utama. Ia mendesak Dinas Ketahanan Pangan untuk terus melakukan pengawasan intensif guna mencegah praktik penimbunan yang merugikan rakyat kecil.

“Jangan sampai stabilitas yang sudah terjaga ini dirusak oleh hambatan distribusi atau praktik penimbunan. Saya menghimbau kepada pemerintah terus memperhatikan stok di gudang-gudang agar pasokan tetap lancar hingga hari raya Idul Fitri nanti,” tegasnya.
Berdasarkan data di lapangan, sejumlah harga protein juga masih dalam jangkauan masyarakat, seperti telur ayam ras Rp29.333 dan daging ayam karkas Rp39.000 per kilogram.
Sementara untuk kebutuhan dapur, gula pasir curah stabil di harga Rp16.750 per kilogram dan minyak goreng curah Rp19.000 per liter.
Ari berharap sinergi antara pengawasan distribusi dan kebijakan pemerintah dapat mempertahankan kondisi ini hingga Idulfitri mendatang, sehingga masyarakat Jawa Tengah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.












