BREBES – Penanganan Bencana Alam Brebes di Kecamatan Sirampog terus dikebut. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat memastikan kondisi fisik dan mental warga terjaga. Mereka menghadirkan layanan medis lengkap langsung ke titik pengungsian.
Pelayanan kesehatan kini menjadi perhatian utama di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Pemerintah daerah mendirikan posko kesehatan yang beroperasi 24 jam penuh. Langkah ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan ribuan pengungsi setiap saat.
Selain posko tetap, Pemprov Jateng melakukan inovasi jemput bola. Mereka secara khusus menerjunkan Mobil Spesialis Keliling Jateng ke lokasi bencana. Armada ini membawa dokter spesialis dan peralatan medis canggih untuk menjangkau warga.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, menjelaskan teknis layanan tersebut. Tim medis gabungan dari kabupaten dan provinsi turun langsung ke lapangan. Dokter penyakit dalam, dokter anak, dan psikolog siap melayani warga yang membutuhkan.
Yunita sangat mengkhawatirkan potensi penyakit akibat lingkungan yang buruk. Oleh karena itu, kehadiran dokter spesialis di lokasi menjadi sangat krusial. Tim medis juga menyediakan sesi Trauma Healing Bencana untuk memulihkan mental anak-anak.
Dokter spesialis anak dari RSUD Dr. Moewardi, dr. Irfan Zaki Nugroho, memaparkan temuan medis di lapangan. Ia menemukan fakta bahwa sebagian besar anak mulai terserang Penyakit ISPA Pengungsi. Gangguan pernapasan ini terjadi akibat cuaca dingin dan hujan yang terus mengguyur.
Selain itu, keluhan batuk dan pilek mendominasi laporan medis harian. Tenaga medis pun menemukan beberapa anak menunjukkan tanda-tanda anemia. Petugas lantas memberikan edukasi kebersihan gigi dan mulut karena banyak anak mengalami sakit gigi.
Dinas Kesehatan tak luput memperhatikan asupan gizi bagi kelompok rentan. Dapur umum kini menyediakan bubur bayi, biskuit, dan susu tambahan secara rutin. Suplai gizi ini merupakan bagian penting dari Layanan Kesehatan Pengungsi yang menyeluruh.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung kondisi pengungsian. Ia mengimbau warga agar tidak nekat kembali ke rumah karena tanah masih bergerak. Keselamatan nyawa harus menjadi prioritas utama bagi seluruh warga saat ini.
Luthfi menjamin pelayanan di pengungsian akan berjalan maksimal. Jika ada warga yang sakit, dokter siap menangani mereka dengan segera. Pemerintah juga berencana menyiapkan hunian sementara hingga hunian tetap bagi warga terdampak.
Respons positif datang dari salah satu pengungsi, Susi Susanti. Warga Dukuh Bojongsari ini memilih mengungsi demi keselamatan ketiga anaknya. Ia merasa sangat terbantu dengan fasilitas kesehatan gratis yang tersedia di lokasi.
Susi mengaku anaknya sempat mengalami pilek karena cuaca ekstrem. Beruntung, dokter spesialis langsung memeriksa kondisi anaknya di tempat. Ia sangat bersyukur karena layanan medis datang langsung menghampiri warga.
Sebagai tindak lanjut, posko kesehatan Puskesmas setempat akan berjaga selama 24 jam. Sementara itu, mobil spesialis dari berbagai RSUD provinsi akan datang secara bergantian setiap hari. Layanan ini akan terus berlanjut sampai kondisi dinyatakan stabil.
Baca lagi.












