BOGOR, Banggasemarang.id — Striker muda Timnas Indonesia berdarah Semarang, Mitchell Lee Baker, langsung mencuri perhatian publik usai mencetak hat-trick pada laga perdana Grup A ASEAN Championship (Piala AFF) 2026 melawan Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7). Pemain naturalisasi jangkung tersebut menjadi motor kemenangan skuad Garuda dengan skor telak 5-1.
Dalam pertandingan tersebut, pemain berusia 19 tahun ini tampil sebagai starter dan langsung membobol gawang Kamboja masing-masing pada menit ke-6, ke-12, dan ke-53. Berkat penampilan gemilangnya, penyerang berpostur 197 cm itu dinobatkan sebagai pemain terbaik (Man of the Match) sebelum akhirnya digantikan oleh Jens Raven pada babak kedua.
Garis keturunan Nusantara yang dimiliki Mitchell mengalir deras dari sang ibu, Maureen Lee Baker. Menariknya, darah kental Jawa Tengah mengalir dari sang nenek, Li Nio The Lie, yang lahir di Semarang, sementara kakeknya, Han Koen Li, lahir di Yogyakarta. Ikatan emosional dengan tanah leluhur inilah yang memantapkan hatinya untuk memilih kewarganegaraan Indonesia.

Perjalanan pemain kelahiran Melbourne, 11 Desember 2006, ini menuju skuad Garuda bermula dari pengesahan proses naturalisasi yang disetujui dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Selasa (30/6/2026). Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, didampingi para wakil ketua.
“Sehubungan dengan itu kami meminta persetujuan kepada rapat paripurna hari ini apakah permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia atas nama tersebut dapat disetujui?” tanya Puan Maharani, yang langsung disambut ketukan palu tanda persetujuan pengesahan WNI bagi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony.
Secara karier, rekam jejak Mitchell terbilang matang. Setelah merantau ke Amerika Serikat sejak usia 15 tahun dan bersinar bersama tim kampus Georgetown Hoyas serta Vermont Green FC, bakatnya kini resmi dipinang oleh klub Major League Soccer (MLS), Colorado Rapids, yang dijadwalkan bergabung penuh pada akhir tahun 2026.
Kehadiran Mitchell dengan postur jangkung dan kemampuan hold-up play yang mumpuni di bawah arahan pelatih kepala John Herdman kini menjadi amunisi segar di lini depan Timnas Indonesia, sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Semarang dan Indonesia secara keseluruhan.












