Wisata  

Micro Library Warak Kayu Semarang, Bangunannya Jadi Finalis Architizer A+ Awards

Microlibrary Warak Kayu
Microlibrary Warak Kayu

SEMARANG, Banggasemarang.id – Microlibrary Warak Kayu Semarang merupakan perpustakaan mungil yang memiliki penampilan berbeda dibandingkan perpustakaan pada umumnya. Bangunan perpustakaan ini cukup kecil dan mirip dengan rumah panggung.

Hampir 90 persen dari bangunan perpustakaan ini menggunakan bahan kayu dengan desain bertingkat yang ramah lingkungan, termasuk sirkulasi udara dan pencahayaan alami.

Yang membuatnya unik adalah desain sisik Warak Ngendok yang terdapat di sisi-sisi bangunan ini. Warak Ngendog merupakan makhluk rekaan pemersatu beragam unsur etnis yaitu China, Arab, Jawa dan lainnya dan sering ditampilkan dalam beragam pertunjukkan budaya di Semarang yang dikagumi. Oleh sebab itulah perpustakaan ini dinamai Microlibrary Warak Kayu.

Lokasinya tidak terlalu jauh dari Tugu Muda Semarang, yaitu di Kawasan Taman Kasmaran, Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang.

Ariela, seorang pustakawan di Micro Library Warak Kayu, menjelaskan bahwa perpustakaan ini didesain oleh arsitek dari Suryawinata Haizelman Architecture Urbanism (SHAU) Indonesia dengan konsep “eco friendly“.

Di antara konsep ramah lingkungan adalah tidak digunakannya pendingin udara (AC) karena tipe bangunan dengan sisi-sisi terbuka yang memungkinkan peredaran udara yang lancar dan tidak menyebabkan rasa gerah.

Yang menarik, jaring-jaring kayu di sisi bangunan dirancang seperti sisik Warak Ngendog, binatang imajiner yang menjadi simbol Kota Semarang sehingga menambahkan nilai keindahan bangunan tersebut.

Sementara untuk pencahayaan, desain perpustakaan tersebut memungkinkan sinar matahari dapat masuk sehingga tidak perlu menggunakan lampu secara berlebihan untuk menerangi ruangan.

Microlibrary Warak Kayu adalah salah satu finalis “Architizer A+ Awards” untuk arsitektur perpustakaan terbaik di dunia. Bersaing langsung dengan Hotel Kapsul di Perpustakaan Pedesaan di Zhejiang Cina, Perpustakaan Arsitektur di Universitas Chulalongkorn Bangkok, Perpustakaan Hunters Point di New York, dan Perpustakaan Utama Billie Jean King di Long Beach California.

Berbeda dengan keempat perpustakaan tersebut, Microlibrary Warak Kayu yang misi utamanya adalah menciptakan ruang multifungsi dengan desain dan material yang ramah lingkungan. Tujuannya untuk mendorong minat baca masyarakat, khususnya anak-anak, di lingkungan masyarakat berpenghasilan rendah.

Desain Microlibrary Warak Kayu merupakan perpaduan antara Indonesia dan Jerman. Bangunan dengan luas 90 meter persegi dan tinggi 6,65 meter tersebut menggabungkan desain rumah panggung terbuka tradisional Indonesia, dengan sistem konstruksi fasad dari Jerman, khususnya Zollinger Bauweise yang dikembangkan pada tahun 1920-an.

Fasilitas yang disediakan juga sangat lengkap, antara lain ayunan panjang yang bisa digunakan anak-anak untuk bermain di lantai bawah, sedangkan di atasnya terdapat jaring tali yang nyaman untuk membaca.

Saat ini sudah ada 2.500 koleksi buku yang tersedia yang kebanyakan berasal dari Arkatama Iswaya Foundation selaku donatur, sedangkan yang lainnya berasal dari sumbangan pengunjung. Buku-buku yang tersedia beragam genre dan umur.

Perpustakaan Warak Kayu dapat dikunjungi setiap Senin-Sabtu pada pukul 08.30-12.00 dan 13.00-15.30 GRATIS! Jika berkunjung diwajibkan untuk menggunakan kaos kaki untuk menjaga kualitas kayu.