Peminat Pemagangan Jepang di Jateng Melonjak, DPRD Dorong Ekosistem Pengelolaan Berkelanjutan

Peminat pemagangan kerja ke Jepang di Jawa Tengah meningkat pada 2026. DPRD Jateng dorong ekosistem berkelanjutan dan perlindungan optimal bagi SDM muda.

Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugroho memberikan keterangan pers terkait tingginya peminat program pemagangan Jepang di Jawa Tengah.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Setya Arinugroho saat memberikan tanggapan mengenai tingginya antusiasme pemuda Jateng dalam program pemagangan kerja ke Jepang.

SEMARANG, Banggasemarang.id — Program pemagangan kerja ke Jepang di Provinsi Jawa Tengah mencatatkan lonjakan peminat signifikan setiap tahunnya, dengan 401 dari 508 pendaftar berhasil lolos seleksi tingkat provinsi pada tahun 2026 untuk melanjutkan ke tahap seleksi nasional bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan IM Japan.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah melaporkan bahwa antusiasme generasi muda terhadap program ini terus menunjukkan tren positif.

Setelah merampungkan seleksi tingkat provinsi, para peserta kini bersiap menghadapi seleksi tingkat nasional yang diselenggarakan bekerja sama dengan International Manpower Development Organization (IM Japan) sebagai mitra resmi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Menanggapi tingginya minat tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho, memberikan apresiasi mendalam sekaligus menekankan pentingnya pengelolaan program yang berkelanjutan. Menurutnya, pencapaian ini harus diiringi dengan pembentukan ekosistem pembinaan yang solid agar kesempatan pengembangan diri dapat diakses secara merata oleh seluruh putra-putri daerah.

“Program magang kerja di Jepang punya tren peminat yang terus meningkat tiap tahunnya. Sekarang, PR kita bersama adalah pengelolaan program secara berkelanjutan untuk membentuk ekosistem yang baik. Kita harus mengupayakan semua memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri,”kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Setya Arinugroho, Selasa (4/8/2026).

Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Ari Nugroho memberikan keterangan terkait evaluasi jalur afirmasi SPMB Jateng.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Ari Nugroho.

Tingginya kepercayaan IM Japan terhadap Jawa Tengah bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memiliki sumber daya manusia (SDM) muda yang energik, antusias, serta memiliki karakter kuat yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri di Negeri Sakura. Sebagaimana diketahui, perusahaan-perusahaan Jepang menjunjung tinggi etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati dalam lingkungan profesional.

Kendati demikian, Setya Arinugroho mengingatkan bahwa program pemagangan ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai sarana mencari penghasilan finansial cepat. Lebih dari itu, peserta memegang tanggung jawab moral untuk menyerap budaya kerja positif guna diterapkan sekembalinya ke tanah air.

“Magang kerja di Jepang itu termasuk pencapaian yang tinggi. Peserta harus melewati berbagai seleksi untuk lolos. Jadi, penting untuk menjaga integritas selama magang. Kita harus melihat program ini sebagai peluang untuk mengembangkan industri lokal, bukan hanya sarana menghasilkan uang,”imbuh Setya.

Selain aspek kualitas dan penyerapan budaya kerja, DPRD Jawa Tengah juga memberikan perhatian serius terhadap jaminan perlindungan bagi para pekerja magang. Setya Arinugroho menegaskan bahwa perlindungan komprehensif mulai dari tahap awal, proses pendampingan di Jepang, hingga kepulangan peserta harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Pemerintah daerah memandang para alumni magang sebagai aset strategis dan investasi masa depan bagi pembangunan ekonomi regional. Dengan pengelolaan yang terstruktur dan perlindungan yang optimal, lulusan program magang Jepang diharapkan mampu menghadirkan nilai tambah serta mendongkrak daya saing global industri di Jawa Tengah.