SEMARANG, Banggasemarang.id – Kawasan Semarang Atas kini menjadi destinasi favorit warga lokal dan wisatawan yang mencari ketenangan dari kebisingan kota seiring menjamurnya kafe berkonsep alam terbuka.
Tren nongkrong di lokasi hidden gem yang menawarkan udara sejuk perbukitan dan naungan pepohonan rindang ini terpantau terus meningkat, tidak hanya untuk bersantai tetapi juga menjadi ruang ideal bagi aktivitas work from cafe (WFC).
Daya tarik utama kawasan ini terletak pada perpaduan nuansa syahdu, rimbunnya area hijau, dan lokasi yang terisolasi dari hiruk-pikuk lalu lintas kota. Bagi masyarakat pencari ruang tenang berkonsep greenery, berikut tiga rekomendasi kafe di Semarang Atas yang wajib dikunjungi:
1. Klü Cafe Berlokasi tersembunyi di Jalan Bukit Putri No. 26, Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, tempat ini dikenal sebagai pelopor tagline #ngopibawahpohon. Mengusung konsep luar ruangan di area pemukiman tenang, pengunjung bisa menikmati sajian lokal seperti Ayam Sambal Matah dan Bakmi Jawa di bawah naungan pohon tinggi. Menu tersebut bersanding dengan pilihan minuman segar seperti tamarind squash, teh rempah, dan racikan kopi khas.
2. Kopi Susu Bu Lurah Bergeser ke kawasan perbukitan di Jalan Rinjani No. 3A, Bendungan, Kecamatan Gajahmungkur, kafe ini menghadirkan konsep taman terbuka berarsitektur tropis. Hampir seluruh area duduk didominasi tanaman hijau dan pohon besar. Suasana sejuk dipadu gemericik air taman membuat momen berkunjung makin syahdu, terlebih sambil menikmati Kopi Susu Bu Lurah yang menjadi menu signature bersama aneka jus segar dan camilan tradisional.
3. Bersua at The Heights Berada di Jalan Gebyog Raya, Patemon, Kecamatan Gunungpati, kafe bernuansa alam ini menawarkan area outdoor luas yang menghadap langsung ke lanskap perbukitan asri. Udara segar yang berembus di tengah rimbunnya pepohonan menjadikan lokasi ini pelarian sempurna dari bising kendaraan. Pengunjung dapat menikmati aneka kopi espresso-based, artisan tea, hingga ragam hidangan lokal dan barat.
Fenomena menjamurnya kafe berkonsep alam di Semarang Atas kini telah bergeser dari sekadar gaya hidup menjadi terapi singkat bagi masyarakat perkotaan.
Selama kawasan perbukitan ini mempertahankan udara sejuk dan lingkungan rindangnya, tradisi ngopi syahdu ini diyakini akan terus menjadi pilihan utama warga lintas generasi.








