Pemprov Jateng Beri Sinyal Fasilitasi Nobar Piala Dunia 2026 hingga Pelosok Desa

Pemprov Jawa Tengah siap fasilitasi nobar Piala Dunia 2026 untuk bangkitkan gairah sepak bola rakyat. TVRI pastikan siaran jangkau pelosok desa tanpa internet.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang mengenakan topi kuning, celana hitam, dan kaus biru muda seragam TVRI, sedang menendang bola sepak berwarna oranye-biru ke arah gawang mini di atas panggung. Ia dikelilingi oleh beberapa orang lain yang tersenyum, termasuk pembawa acara yang memegang mikrofon. Latar belakang panggung menampilkan spanduk besar bertuliskan "OFFICIAL BROADCASTER PIALA WORLD CUP 2026" dan logo TVRI.
Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno (bertopi kuning), melakukan tendangan bola simbolis saat menghadiri acara TVRI Kick-off Piala Dunia 2026 di CFD Semarang, Minggu (1/2/2026). Pemprov Jateng mendukung penuh fasilitas nonton bareng (nobar) untuk masyarakat luas sebagai upaya membangkitkan kembali semangat sepak bola rakyat di tingkat desa hingga kecamatan.

SEMARANG, Banggasemarang.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang besar untuk memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) siaran Piala Dunia 2026 bagi masyarakat luas sebagai upaya membangkitkan kembali gairah olahraga rakyat.

Sinyal positif tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang sekaligus mengimbau pemerintah kabupaten dan kota untuk turut serta menyediakan fasilitas serupa agar euforia sepak bola dapat dirasakan tanpa hambatan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pernyataan tersebut diungkapkan Sumarno saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam acara TVRI Kick-off Piala Dunia yang berlangsung di Kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Pahlawan, Semarang, pada Minggu (1/2/2026).

Menurut Sumarno, fasilitasi penayangan ini bukan sekadar hiburan, melainkan momentum strategis untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap sepak bola yang dinilai mulai meredup di tingkat akar rumput.

Sumarno mengenang masa lalunya di mana kompetisi sepak bola antar-RW, kelurahan, hingga kecamatan berlangsung sangat masif dan penuh semangat. Ia menyayangkan bahwa aktivitas kompetitif di tingkat bawah tersebut kini mulai mengalami penurunan intensitas.

Oleh karena itu, melalui tayangan Piala Dunia yang mudah diakses, ia berharap semangat sepak bola rakyat dapat kembali tumbuh subur dan menjadi sarana efektif untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak dini.

“Sepak bola itu olahraga yang sangat merakyat. Tidak hanya di perkotaan, di pelosok desa pun sepak bola menjadi olahraga yang paling dikenal. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari upaya kita menjaring atlet, agar suatu saat Indonesia bisa tampil di Piala Dunia dan menjadi juara,”kata Sumarno di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah, Sanny Damanik, menegaskan bahwa penayangan Piala Dunia melalui lembaga penyiaran publik merupakan wujud nyata kehadiran negara untuk rakyat.

Ia memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai akses, karena tayangan ini dapat dinikmati tanpa ketergantungan pada jaringan internet yang seringkali menjadi kendala di wilayah terpencil.

Sanny menjelaskan bahwa TVRI telah menyiapkan empat kanal utama, yakni TVRI Nasional, TVRI Sport, TVRI World, dan TVRI Daerah yang didukung oleh 34 stasiun penyiaran di seluruh Indonesia untuk memastikan jangkauan siaran yang merata.

Langkah ini diklaim sebagai bentuk persembahan khusus dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan hiburan berkualitas yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ini adalah persembahan Presiden Prabowo sebagai bentuk kehadiran negara untuk negeri. TVRI memiliki empat kanal yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga masyarakat dapat menyaksikan Piala Dunia tanpa harus bergantung pada akses internet,” jelas Sanny Damanik.