Menengok Kampung Batik Rejomulyo Semarang, Eks Kawasan Kumuh yang Kini Jadi Wisata Estetik

Kampung Batik Rejomulyo di Semarang Timur sukses bertransformasi dari kawasan kumuh menjadi destinasi wisata budaya estetik yang digemari generasi muda.

Suasana gang estetik dan aktivitas membatik di Kampung Batik Rejomulyo Semarang.
Gapura khas kayu bernuansa tradisional bertuliskan "Kampoeng Djadhoel" berdiri kokoh sebagai penanda masuk kawasan Kampung Batik Rejomulyo, Semarang. Gapura ini bukan sekadar pintu gerbang perkampungan, melainkan simbol kebangkitan kawasan yang kini disulap menjadi pusat wisata edukasi dan regenerasi Batik Semarangan bagi generasi muda. (Sumber:direktori.semarangkota.go.id)

SEMARANG, Banggasemarang.id — Kawasan Kampung Batik Rejomulyo di Semarang Timur sukses bertransformasi dari permukiman kumuh dan rawan kejahatan menjadi destinasi wisata edukasi budaya unggulan.

Perubahan drastis hasil inisiatif revitalisasi warga sejak 2005 ini telah menyulap gang-gang kusam menjadi ruang kreatif yang membangkitkan kembali identitas sejarah Batik Semarangan.

Kawasan strategis yang berdekatan dengan Pasar Johar dan Kota Lama ini sebelumnya dikenal sebagai pusat batik pesisir yang berjaya pada abad ke-19.

Namun, krisis ekonomi dan sosial pada pertengahan abad ke-20 sempat menghentikan total aktivitas membatik, yang berujung pada meredupnya pamor perkampungan tersebut.

Bertekad merawat identitas budaya yang hilang, warga setempat bersatu merombak total wajah Rejomulyo menjadi kawasan tematik bernama Kampoeng Djadhoel. Langkah ini menjadi titik tolak keberhasilan mengubah kawasan yang tadinya dihindari masyarakat menjadi benteng pelestarian warisan leluhur.

Transformasi fisik ini sekaligus menghidupkan kembali pesona Batik Semarangan yang bebas dan adaptif. Berbeda dengan warna sogan keraton yang terikat pakem, batik pesisir Semarang tampil berani melalui warna-warna cerah serta motif bernarasi, seperti simbol harmoni Warak Ngendog, visual Lawang Sewu, hingga flora-fauna pesisir yang ekspresif.

Kini, Kampung Batik Rejomulyo berevolusi menjadi magnet bagi wisatawan dan generasi muda. Lewat fasilitas workshop mencanting, mural gang yang estetik, serta pelatihan perajin muda, kawasan ini tak sekadar menjadi tempat singgah, melainkan bukti nyata bahwa tradisi budaya dapat terus hidup dan bertumbuh merangkul zaman.