SEMARANG, Banggasemarang.id – Kawasan Gunung Brintik di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, yang dahulu dikenal sebagai permukiman kurang tertata, kini sukses bertransformasi menjadi Kampung Pelangi.
Perubahan drastis hasil kolaborasi Pemerintah Kota Semarang dan warga yang diresmikan pada 18 Mei 2017 ini, berhasil menyulap ratusan rumah berdinding bata kusam menjadi destinasi wisata tematik yang viral mendunia.
Sebelum dikenal luas, kawasan ini bernama Kampung Wonosari. Posisinya yang persis berada di belakang Pasar Bunga Kalisari sempat memunculkan kontras visual. Ketika pasar tersebut direnovasi dan ditata rapi oleh pemerintah, permukiman di belakangnya justru masih terlihat kumuh dengan vegetasi liar.
“Jika pasar telah ditata dengan baik tetapi kawasan permukiman di belakangnya masih terlihat kurang tertata, maka keduanya akan memberikan kesan yang kontras. Dari sinilah muncul gagasan untuk mengubah wajah Kampung Wonosari menjadi kawasan yang lebih berwarna,” jelas perwakilan inisiator penataan kawasan dari Pemerintah Kota Semarang, mencerminkan semangat kolaborasi saat proyek dimulai.
Proses transformasi fisik dimulai pada 15 April 2017. Pengecatan tidak hanya menyasar dinding rumah warga, tetapi juga fasilitas umum seperti tangga, jalan kampung, hingga jembatan. Geografi kampung yang berada di area perbukitan membuat gradasi warna-warni ini tampak mencolok dan estetis dari kejauhan.
Keunikan visual Kampung Pelangi langsung memicu ledakan popularitas di media sosial. Tidak butuh waktu lama, kampung ini menjadi sorotan berbagai media nasional maupun internasional.
Lokasinya yang sangat strategis di pusat kota—berdekatan dengan ikon pariwisata Tugu Muda dan Lawang Sewu—membuat Kampung Pelangi dengan mudah masuk ke dalam rute wajib wisatawan yang berkunjung ke Semarang.
Lebih dari sekadar tempat berswafoto, Kampung Pelangi kini berdiri sebagai bukti nyata bahwa transformasi kawasan perkotaan tidak harus selalu menggusur atau membangun gedung pencakar langit. Penataan lingkungan yang digerakkan oleh kreativitas visual dan partisipasi aktif masyarakat terbukti ampuh mengangkat nilai suatu kawasan, sekaligus menghadirkan identitas serta roda ekonomi baru bagi warganya.








