SEMARANG — Arus lalu lintas di Simpang Bawen diprediksi lebih lancar pada Lebaran 2026 menyusul dibukanya ruas tol fungsional Bawen-Ambarawa mulai 13 Maret mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan perbaikan jalan mudik Jateng untuk memecah titik jenuh kendaraan yang kerap mengular di pintu keluar tol Bawen menuju arah Yogyakarta.
Pembukaan fungsional ruas tol sepanjang 4,98 kilometer ini bertujuan memecah penumpukan kendaraan yang selama ini menjadi momok di titik temu arus Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Langkah strategis ini menjadi bagian integral dari agenda besar perbaikan jalan mudik Jateng demi menjamin kelancaran arus lalu lintas selama periode Lebaran 2026.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pengoperasian jalur ini merupakan langkah preventif untuk menghindari kemacetan parah di titik-titik krusial. “Dua (ruas tol) ini kita fungsionalkan agar tidak terjadi black spot maupun trouble spot. Biasanya pada puncak arus mudik itu Bawen crowded,” ujar Ahmad Luthfi saat meninjau Gerbang Tol Ambarawa, Selasa (10/3/2026).
Jadwal Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas
Pemerintah telah menetapkan jadwal khusus untuk pengoperasian jalur ini. Jalur A (Bawen menuju Ambarawa) akan mulai beroperasi pada 13 Maret 2026. Sementara itu, Jalur B (Ambarawa menuju Bawen) baru akan dibuka pada 23 Maret 2026 untuk melayani arus balik.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa jalur fungsional ini akan secara signifikan mengurangi kemacetan di Simpang Bawen. Petugas akan mengarahkan sebagian kendaraan, terutama yang menuju arah Magelang dan Yogyakarta, untuk langsung masuk ke ruas ini tanpa harus keluar di exit tol Bawen yang padat.
“Itu kan padat sekali. Nanti akan dilakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan dan penumpukan di sana. Sebagian memang akan diarahkan ke sini,” jelas Arief. Upaya ini selaras dengan jadwal tol fungsional 2026 yang telah dirancang untuk mempermudah pergerakan masyarakat.
Keamanan Pengendara Jadi Prioritas Utama
Meskipun menjadi solusi ampuh, pemerintah memberikan catatan khusus terkait jam operasional. Karena fasilitas pendukung seperti lampu penerangan jalan dan rambu-rambu yang belum sempurna, tol ini hanya akan beroperasi dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
“Dikarenakan rambu dan penerangan jalan belum lengkap, maka fungsional tol tidak 24 jam,” tegas Ahmad Luthfi. Beliau juga mengimbau pemudik untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri jika merasa lelah. “Hati-hati karena keluarga menunggu di rumah,” tambahnya.
Di sisi lain, perbaikan jalan mudik Jateng pada jalur arteri non-tol juga terus dikebut. Salah satunya adalah jalur Semarang-Godong yang saat ini sedang dalam tahap pengerasan beton. Kepala DPUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro, memastikan bahwa seluruh lubang jalan akan tertutup rapat sebelum masa puncak mudik tiba. “H-7 nanti sudah siap dilalui kendaraan,” pungkas Henggar.
Baca lagi.
Syahdunya Wisata Malam Semarang: Vibes Eropa di Kota Lama Saat Ramadhan
