Tren Lari Terus Meningkat, Pemprov Jateng Dorong 35 Daerah Gelar Event Wisata Olahraga Unik

Antusiasme olahraga lari di Jawa Tengah kian tinggi lewat gelaran Sriboga Run 2026. Pemprov Jateng dorong 35 daerah ciptakan wisata olahraga lari unik untuk dongkrak ekonomi.

Seorang pria berjanggut dengan topi hijau dan nomor dada 5K1535 tampak fokus saat berlari dalam acara Sriboga Run 2026.
Sekda Jateng Sumarno (kiri, nomor dada 5K1535) ikut serta dalam Sriboga Run 2026 di Semarang (kanan). Melihat tingginya animo masyarakat terhadap olahraga lari di berbagai daerah seperti Semarang dan Pati, Pemprov Jateng secara serius mendorong 35 kabupaten/kota untuk menggelar event wisata olahraga lari dengan keunikan masing-masing guna mendongkrak pariwisata dan ekonomi lokal.

SEMARANG, Banggasemarang.id – Olahraga lari terus mengukuhkan diri sebagai tren gaya hidup sehat yang paling diminati masyarakat Jawa Tengah pada awal tahun 2026 karena aksesnya yang mudah dan terjangkau bagi semua lapisan ekonomi.

Antusiasme tinggi masyarakat tersebut terlihat jelas dalam gelaran Sriboga Run yang diselenggarakan oleh PT Sriboga Flour Mill di Kota Semarang, Minggu (1/2/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, bahkan turun langsung menjajal trek sepanjang 5 kilometer dalam acara yang digelar untuk memeriahkan ulang tahun ke-27 perusahaan tersebut.

Gelaran ini menyediakan kategori 3 kilometer dan 5 kilometer yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, baik karyawan perusahaan maupun masyarakat umum.

Suasana lari santai tersebut berlangsung semarak karena partisipasi masyarakat lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Nuansa kekeluargaan dan humanis kian terasa ketika sejumlah peserta tampak berlari santai sembari mengajak balita mereka, sementara beberapa pelari lainnya tampil jenaka dengan mengenakan kostum-kostum unik yang menghibur penonton di sepanjang rute.

Presiden Direktur PT Sriboga Flour Mill, Naufal Arifin, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme luar biasa yang ditunjukkan para peserta.

Dalam sambutannya, Naufal menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah keselamatan dan kesehatan seluruh partisipan.

“Terima kasih kepada seluruhnya yang sudah berpartisipasi. Antusiasnya tinggi sekali. Terima kasih. Paling penting adalah start sehat, finish juga sehat,” ujar Naufal di sela-sela acara.

Demam olahraga lari ini sejatinya merata di berbagai wilayah Jawa Tengah dan tidak hanya terpusat di Kota Semarang.

Sepekan sebelumnya, tepatnya Minggu (25/1/2026), ribuan warga juga memadati Alun-alun Pati untuk mengikuti Pati Korpri Fun Run 5K. Ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana kebugaran fisik, tetapi juga membawa misi sosial karena para peserta berlari sembari berdonasi untuk menumbuhkan rasa kepedulian sesama.

Suasana meriah di garis start Sriboga Run di Semarang, dengan konfeti yang berterbangan dan gapura besar yang menjadi latar belakang peserta yang baru memulai lari.
Antusiasme luar biasa peserta Sriboga Run 2026 di Kota Semarang (kanan) dan seorang peserta yang fokus berlari (kiri) menunjukkan tren positif olahraga lari di Jawa Tengah. Acara yang diikuti berbagai kalangan ini mendorong Pemprov Jateng untuk mengembangkan event wisata olahraga lari serupa di 35 kabupaten/kota sebagai bagian dari kalender wisata 2026.

Menanggapi fenomena positif ini, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menilai bahwa kompetisi lari yang diselenggarakan di berbagai daerah terbukti ampuh mendongkrak perekonomian setempat melalui sektor pariwisata.

Setiap gelaran lari selalu berhasil menyedot animo peserta maupun pengunjung yang berdampak pada perputaran uang di daerah tersebut. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah meluncurkan kalender wisata tahun 2026 dan secara serius mendorong agar seluruh kabupaten dan kota di wilayahnya menciptakan ajang serupa.

“Semoga pada tahun 2026 event-event olahraga lari ini meningkat. Pemprov Jateng sudah meluncurkan kalender event 2026 untuk kegiatan wisata. Kami akan mendorong setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah punya event lari dengan keunikan daerah masing-masing,”tutur Sumarno.