Pesan Kebaikan dari Petualangan Kema: Mahasiswa UNNES Tanamkan Karakter Lewat Dongeng Bergambar di Semarang

Mahasiswa UNNES, Kayla Amara Putri, gunakan dongeng bergambar "Petualangan Kema" untuk tanamkan karakter tolong-menolong pada anak-anak di Omah Sinau Puntan, Semarang, di tengah tantangan era digital.

Kayla Amara Putri, mahasiswa UNNES, mendongeng dengan ekspresif menggunakan buku bergambar di hadapan anak-anak Omah Sinau Puntan, Semarang, untuk menanamkan nilai-nilai karakter positif.

SEMARANG, Banggasemarang.id – Rintik hujan yang mengguyur kawasan Gunungpati tak menyurutkan semangat puluhan anak di Omah Sinau Puntan, Kelurahan Ngijo, untuk berkumpul pada Minggu (11/1/2026).

Mata mereka berbinar menatap lembaran-lembaran buku bergambar penuh warna yang dipegang oleh Kayla Amara Putri, seorang mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (UNNES). Pagi itu, Amara tak sekadar membacakan cerita, melainkan sedang menanamkan benih-benih karakter positif melalui kisah “Petualangan Kema di Taman Ceria”.

Dengan gaya bertutur yang ekspresif, Amara menghidupkan sosok Kema, seekor kelinci pemberani yang mengajak teman-temannya, Buca si burung dan Moni sang pohon, untuk melakukan aksi heroik.

Mereka bahu-membahu menolong Gume, seekor ikan penghuni danau Taman Ceria yang nyaris terseret arus deras akibat luapan air danau setelah hujan lebat. Anak-anak tampak terhanyut dalam alur cerita, emosi mereka ikut larut dalam ketegangan dan kelegaan yang dialami para tokoh.

“Melalui kisah Kema ini sebenarnya anak-anak kita ajak untuk menikmati alur cerita sambil belajar tentang nilai-nilai kebaikan seperti tolong-menolong dan setia kawan,”kata Amara di sela-sela kegiatannya.

Mahasiswa semester enam ini meyakini bahwa mendongeng, terlebih dengan media buku bergambar, merupakan metode yang efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada anak usia dini.

Di tengah gempuran era digital yang memunculkan kekhawatiran akan tumbuhnya sikap individualis pada anak, cerita bergambar hadir sebagai jembatan untuk menumbuhkan kembali kesadaran sosial.

“Apalagi yang saya gunakan merupakan cerita bergambar, biar anak-anak itu bisa memahami dengan mudah juga,” tuturnya.

Ia menambahkan, di era sekarang di mana anak-anak lekat dengan gawai, penting untuk menanamkan rasa tolong-menolong sejak dini agar kepekaan sosial mereka tetap terasah.

Inisiatif Amara ini mendapat apresiasi positif dari Dwi Pangesti Aprilia, pengasuh Komunitas Omah Sinau Puntan.

Dwi, yang juga seorang akademisi dari UNNES, menilai kegiatan mendongeng memiliki segudang manfaat bagi tumbuh kembang anak, mulai dari menstimulasi kreativitas, memperkaya wawasan, hingga menumbuhkan minat baca.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin agar nilai-nilai kebaikan dapat tertanam kuat dalam diri anak-anak dan merangsang mereka menjadi pribadi yang aktif dan kreatif.